Diriku lmah terpaku...
Tatapanku hampa tanpa arah..
Lamunanku terurai tanpa batas...
Sukmaku tecerai berai dihimpit kegalauan...
Berlari mengejar sang bayu...
Menentang alam, memahat sejuta kegelisahan..
Terdengar lirih batin tersiksa...
Kebentangkan gatiku mencoba menjaring bintang
harapkan sinarnya sebab sang bulan tak mau lagi tersenyum
Embun pagi tak lagi menaburi dedaunan yang lama kering...
Matahari enggan menyapa..
yang tersisa hanya kabut selimuti bumi yang kalut..
Jiwaku hampa...
Gelap... Pekat..
Suram tanpa setitik cahaya...
Seketika iblis meretas atma..
meminjam dan mempermainkan ragaku...
Memasuki ruang hatiku yang galau...
Apakah sedihku berakhir...????
Akankah deritaku tak berujung...???
Tuhan....
Kusebut Asma MU...
Perkenankan aku gunakan kekuatan MU...
Lewat lantunan ayat-ayat suci MU..
Basahi jiwaku...
Selimuti hatiku......
Lindungi hidupku...
Dapatkan cinta....
Raih kebahagiaan sejati....
PUISI ADALAH UNGKAPAN JIWA YANG TERKADANG TAK BISA KITA UCAPKAN DENGAN KATA2, LEWAT PUISI KITA BISA MENGEKSPRESIKAN SEMUA KATA2 HATI YANG INDAH.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DI PENGHUJUNG RAMADHAN
Kala kerinduan belumlah usai Kala penghayatan dalam doa belumlah sempurna Menapaki lajunya perjalanan yang tiada henti Menyusuri lorong y...
-
SEPUTIH HATI untuk mu saat ini aku akan pergi jauh. demi kerinduanku yang semakin sangat.. demi sebuah pengabdian. pada ayah bunda jujur aku...
-
Diriku lmah terpaku... Tatapanku hampa tanpa arah.. Lamunanku terurai tanpa batas... Sukmaku tecerai berai dihimpit kegalauan... Berlar...
-
Dentingan nafasmu menyelemuti hari hingga senja Tak tersimpan setitik kelelahan di wajahmu Tak ada sesal saat semua harus kau lalui Langk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar